Taman Nasional Bunaken merupakan salah satu keajaiban alam bawah laut yang terletak di Sulawesi Utara, Indonesia. Dengan luas sekitar 890 kilometer persegi, taman nasional ini menawarkan panorama laut yang spektakuler dengan salah satu keanekaragaman hayati laut terkaya di dunia.

Bunaken terkenal dengan dinding karangnya yang curam, yang langsung menjorok ke kedalaman, menjadikannya tempat yang sempurna untuk penyelaman dan snorkeling.

Di sini, pengunjung dapat menyaksikan berbagai spesies laut, dari berbagai jenis ikan tropis, penyu, hingga hiu karang yang berenang di antara terumbu karang yang berwarna-warni.

Taman Nasional Bunaken tidak hanya menjanjikan keindahan alam, tetapi juga pengalaman yang mendidik tentang pelestarian lingkungan laut.

Sejarah dan Asal Usul Taman Nasional Bunaken

Secara geografis, Taman Nasional Bunaken dibagi menjadi dua zona utama; zona utara mencakup Pulau Bunaken, Manado Tua, Mantehage, Nian, dan pesisir Molas-Tiwoho, sedangkan zona selatan meliputi pesisir dari Desa Poopoh hingga Desa Popareng (Pesisir Arakan-Wawontulap).

Asal mula Bunaken sebagai destinasi wisata bermula pada tahun 1980 ketika Gustaf Hendrik Mantik, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Utara, menetapkan Bunaken sebagai objek wisata Manado. Empat tahun kemudian, pada tahun 1984, dia memperluas area tersebut sebagai objek wisata alam.

Akhirnya, pada tanggal 15 Oktober 1991, kawasan ini secara resmi diresmikan sebagai Taman Nasional Laut Bunaken. Pada tahun 2005, Taman Nasional Bunaken mendapat pengakuan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO.

Keanekaragaman Hayati Taman Nasional Bunaken

Taman Nasional Bunaken, terletak di dalam segitiga terumbu karang, adalah salah satu kawasan konservasi yang menggambarkan ekosistem laut khas Indonesia.

Kawasan ini merupakan rumah bagi 390 jenis terumbu karang serta berbagai spesies ikan, moluska, reptil, dan mamalia laut, menjadikannya titik penting bagi konservasi dan penelitian biota laut.

Keberadaan keanekaragaman hayati ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang datang ke Bunaken, dimana mereka bisa menyelam atau snorkeling untuk menyaksikan keindahan biota bawah laut secara langsung.

Dari penelitian yang telah dilakukan, tercatat adanya lebih dari 58 genus dan sub-genus karang keras, serta lebih dari 2.000 spesies ikan yang hidup di perairan ini. Secara khusus, terdapat 39 spesies ikan kupu-kupu yang berenang di sekitar pulau.

Selain itu, area ini juga kaya akan 28 spesies mangrove, 9 spesies padang lamun, 200 spesies moluska, serta 8 spesies mamalia laut, termasuk duyung, lumba-lumba, dan penyu.

Salah satu temuan yang paling menarik adalah adanya Coelacanth (Latimeria manadoensis), ikan purba yang pertama kali ditemukan di teluk Manado pada tahun 1998. Keberadaan spesies langka ini menambah nilai penting Bunaken sebagai kawasan pelestarian maritim global.

Cara Mengakses dan Tarif Masuk Taman Nasional Bunaken

Mengunjungi Taman Nasional Bunaken dari Manado sangat praktis. Wisatawan yang tiba di Manado melalui penerbangan dan mendarat di Bandara Sam Ratulangi dapat melanjutkan perjalanan ke Teluk Manado.

Dari bandara, jarak sekitar 16 km ke Blue Banter Marina & Dive Center dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit dengan taksi.

Bagi wisatawan yang datang melalui jalur laut, ada dua pilihan: naik speedboat untuk opsi yang lebih cepat namun lebih mahal, atau menggunakan kapal taksi sebagai alternatif yang lebih ekonomis.

Adapun harga tiket masuk, wisatawan domestik dikenakan biaya Rp 5.000 per orang per hari, sedangkan wisatawan asing dikenakan tarif Rp 150.000 per orang per hari.

Aktivitas Menarik di Taman Nasional Bunaken

Taman Nasional Bunaken tidak hanya berperan sebagai zona konservasi keanekaragaman hayati tetapi juga sebagai pendukung kehidupan masyarakat lokal dan pusat pengembangan pariwisata.

Mengingat lokasinya yang mayoritas adalah perairan, aktivitas utama di Wisata Manado ini meliputi diving dan snorkeling. Pengunjung dapat memilih dari beragam spot menyelam untuk mengagumi keindahan bawah laut Bunaken yang spektakuler.

Wisatawan juga berkesempatan untuk mengobservasi berbagai spesies satwa, seperti lumba-lumba, burung, dan tarsius, dalam habitat alami mereka.

Keindahan matahari terbenam di Bunaken juga tidak kalah memikat, dengan panorama langit yang berwarna-warni tergambar di atas hamparan pasir putih dan air laut yang jernih, menciptakan momen yang ideal untuk berfoto atau sekedar menikmati keindahan alam untuk relaksasi.

Selain kegiatan alam, pengunjung juga dapat menikmati aneka kuliner lezat yang ditawarkan oleh penduduk setempat, menambah pengalaman autentik selama berkunjung ke Taman Nasional Bunaken.

Taman Nasional Bunaken, dengan pesona alam bawah lautnya yang luar biasa dan keanekaragaman hayati yang memukau, menawarkan pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap pencinta alam dan petualang.

Categories: Wisata